Minggu, 23 Oktober 2011

Kisah Sukses Wirausahawan Indonesia - Ronny Lukito

Hai Blogger, pada postingan kali ini saya akan memaparkan sedikit kisah dari salah satu pengusaha Indonesia yang sukses dan berhasil merintis usahanya dari nol. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi para blogger yang ingin berwirausaha dan menjadi seorang pengusaha. ^_^

-- Kunci utama berbisnis adalah menjaga hubungan baik dan menciptakan trust. Kalau hubungan baik dan trust sudah terjalin, otomatis tiap ada kesempatan bisnis baru akan selalu di iberikan kepada kita. -- Ronny Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia, Chairman B&B Inc.


Ronny Lukito
Itulah kutipan dari seorang Ronny Lukito, pemilik dan chairman B&B Incorporations, seorang pengusaha yang memulai usahanya dengan modal kecil dan berangkat dari segala keterbatasan yang membelitnya saat hendak melangkah pertama kalinya. Ronny lahir di Bandung, 15 Januari 1962. Ia adalah  anak ketiga dari pasangan Lukman Lukito dan Kumiasih, dan merupakan anak lelaki satu-satunya dari enam bersaudara. Ia berasal dari keluarga yang sederhana dan bukan berasal dari lulusan perguruan tinggi. Ronny hanyalah sosok dari lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah) yang tak punya uang untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Padahal ia sangat  berkeinginan untuk bisa kuliah ke Itenas, perguruan tinggi swasta favoritnya di Bandung.

Semenjak bersekolah di STM ia sudah berjualan susu dibungkus dalam plastik-plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian ia jual dengan mengendarai sepeda motor miliknya ke rumah-rumah tetangganya. Masa remajanya memang penuh dengan kesederhanaan dan kerja keras. Kini, Ronny yang dahulu harus bersusah payah telah berubah menjadi seorang pengusaha sukses di bisnis tas. Di Indonesia, ia menjadi salah satu pengusaha yang merajai pasar tas di Indonesia.

Siapa yang tidak kenal dengan produksi miliknya, seperti merek Exsport, Eiger, Bodypack, Neosack, Nordwand, World Series, Morphosa, Extrem, Domus Danica, Vertic, Broklyn, dll. Apalagi bagi kalangan pelajar pasti tidak asing lagi dengan merek-merek diatas, karena memang sebagian besar sasaran produknya adalah kaum pelajar. Mungkin untuk sebagian orang kaget saat tahu bahwa produk seperti Exsport dan Eiger merupakan produk dalam negeri (termasuk saya), sebab tas-tas yang dihasilkan memang berkualitas bagus selayaknya produk berkualitas Internasional. Indonesia patut bangga dengan pencapaian hebat dari seorang Ronny Lukito.

Bisnis tasnya yang dimulai dari nol dan bukan merupakan warisan keluarga kini telah berkembang pesat. Memulai usaha hanya dengan bermodalkan satu mesin jahit, saat ini B&B Inc. telah memiliki empat anak perusahaan yaitu:
- Eksonindo Multi Product Industry, perusahaan ini memproduksi ransel dan tas kasual bermerek Exsport.
- Eigerindo Multi Product Industry, menghasilkan produk yang berorientasi pada kegiatan petualangan dan alam bermerk Eiger.
- Eksonindo Multi Product Industry Senajayameluncurkan konsep produk baru yang bermerk Bodypack untuk menjangkau kalangan pelajar sampai eksekutif. Khususnya pria dengan konsep "street gear".
- Persada Abadi.

Selain sukses dalam penjualan, perusahaannya banyak mendapatkan penghargaan karena kemitraan yang dijalinnya dengan sejumlah UKM (usaha kecil dan menengah). Hal itu dilakukannya demi peningkatan kesejahteraan para pengrajin tas yang bermitra dengannya sehingga kesuksesan tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga lingkungan sosialnya.

Demikian sedikit kisah mengenai salah satu pengusaha sukses yang ada di Indonesia. Ambillah manfaatnya, dan jadikan motivator bagi diri kita. Terima Kasih ^_^

sumber: 
- Buku "Sepuluh pengusaha yang sukses membangun bisnis dari nol" oleh Sudarmadi

Senin, 17 Oktober 2011

Tentang Kewirausahaan (Bag. 2)

Hai Blogger, pada postingan bagian kedua ini akan dibahas cara merintis usaha baru, karakteristik serta ciri-ciri Kewirausahaan. Semoga bermanfaat... :D



CARA MERINTIS USAHA BARU

Dalam dunia bisnis ada 3 (tiga) cara untuk memasuki suatu usaha /bisnis yaitu :
1.       Merintis usaha baru sejak awal
Ada beberapa yang harus di perhatikan dalam merintis usaha baru ini yaitu :
Ø Bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis
Ø Bentuk dan kepemilikan usaha yang akan dipilih
Ø Tempat usaha yang akan dipilih
Ø Organisasi usaha yang akan digunakan
Ø Jaminan usaha yang mungkin diperoleh


Dan untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan :
Ø Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
Ø Perencanaan usaha
Ø Pengelolaan keuangan
Ø Aksi strategis usaha


Dan untuk merintis usaha baru sebaiknya segera dilakukan analisis kelayakan usaha seperti SWOT yaitu :

Ø Teknik pengembangan usaha
Ø Strength (analisis kekuatan)
Ø Weakness (kelemahan)
Ø Opportunity (peluang)
Ø Threat (ancaman)

2.       Membeli perusahaan yang telah ada
3.       Kerja sama manajemen atau waralaba (franchising)

Kewirausahaan adalah suau disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai,kemampuan,dan periilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin di hadapinya. Di lihat dari perkembangannya sejak abad ke-20 keweirausahaan sudah di perkenalkan di beberapa Negara misalnya di Belanda si kenal dengan “ondernemer” dan di Jerman di kenal dengan nama “unternehmer” pada tahun 1980-an hamper 500 seklah di USA memberikan pendidikan kewirausahaan, di Indonesia pendidikan kewirausahaan mas terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu. Dalam bukunya “Reinventing Government” David Osborne dan Ted Gaebler (1992) mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini di perlukan adanya pemerintah yang berjiwa kewirausahaan karena dengan memiliki jiwa wirausaha maka birokrasi dan intuisi akan memiliki motivasi,optisme dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien, inovatif, fleksibel dan adaptif.

Menurut Soeharto Prawirokusumo(1997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarka sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen karena:
1.     Kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata yaitu terdapat teori, konsep dan metode ilmiah yang lengkap.
2.     Kewirausahaan memiliki dua konsep yaitu posisi pemulaan dan perkembangan usaha yang jelas tidak masuk kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
3.  Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

KEWIRAUSAHAAN DILIHAT DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG DAN KONTEKS
1.      Pandangan Ahli Ekonomi.
Wirausaha adalah orang yang mengobinasikan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material dan peralatan lainya untuk meningkatkan nilai yang lebh tinggi dari sebelumya.
2.      Pandangan Ahli Manajemen.
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan organisasi usaha baru (Marzuki Usman.1997:3).
3.      Pandangan Pelaku Bisnis.
Menurut scarborough dan Zimmerer (1993:5) wirausaha adalah yang menciptakan suatu bisnis baru dalam mengahdapi risiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengombinasikan sumber-sumber daya yang di perlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut Dun Steinhoff dan John F.Burgess (1993:35) pengusaha adalah orang yang mengorganisasikan, mengelola dan keberanian menanggung risiko sebuah usaha atau perusahaan.
4.      Pandangan Psikolog.
Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
5.      Pandangan Pemodal
Wirausaha adalah orang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain, menemukan cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyarakat.

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Menurut Geoffrey G.Meredith (1996:5-6) mengemukakan cirri-ciri dan watak kewirausahaan sbb:
No
KARAKTERISTIK
WATAK
1.
Percaya diri dan Optimis
Memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain dan individualitas
2.
Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, mempunyai dorongan kuat, energy, tekun dan tabah, tekad kerja keras, serta inisiatif.
3.
Berani mengambil resiko dan menyukai tantangan
Mampu mengambil resiko yag wajar
4.
Kepemimpinan
Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik.
5.
Keorisinilan
Inovatif, kreatif dan fleksibel
6.
Berorientasi masa depan
Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan

Menurut Arthur Kuriloff dan John M.Mempil (1993:20)
No
NILAI-NILAI
PERILAKU
1.
Komitmen
Menyelesaikan tugas hingga selesai.
2.
Risiko moderat
Tidak melakukan spekulasi, melainkan berdasarkan perhitungan yang matang.
3.
Melihat peluang
Memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin.
4.
Objektivitas
Melakukan pengamatan secara nyata untuk memperoleh kejelasan.
5.
Umpan balik
Menganalisis data kinerja waktu untuk memadu kegiatan.
6.
Optimisme
Menunjukan kepercayaan diri yang besar walaupun berada dalam situasi berat.
7.
Uang
Melihat uang sebagai suatu sumber daya , bukan tujuan akhir.
8.
Manajemen proaktif
Mengelola berdasarkan perencanaan masa depan.


CIRI-CIRI UMUM KEWIRAUSAHAAN
1.       Memiliki Motif Berprestasi Tinggi
Wirausaha melakukan sesuatu hal secara tidak asal-asalan, sekalipun hal tersebut dapat dilakukan oleh orang lain.
2.       Memiliki Perspektif ke Depan
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan, apapun impian atau target kita ingat kata kunci SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Reality-based, Time-frame) yang berarti harus spesifik dan jelas , teratur, dapat dicapai, berdasarkan realitas atau kondisi kita saat ini dan memiliki jangka waktu tertentu.
3.       Memiliki Kreatifitas Tinggi
Hal-hal yang belum terfikirkan oleh orang lain sudah terfikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi permintaan, contohnya pengemasan air minum steril ke dalam botol sehingga air bias diminum langsung tanpa dimasak.
4.       Memiliki Sifat Inovasi Tinggi
Seorang wirausaha harus segera menerjemahkan mimpi-mimpinya menjadi inovasi untuk mengembangkan bisnisnya, sifat inovatif dapat ditumbuhkan dengan memahami bahwa inovasi adalah suatu contoh suatu kerja keras, terobosan dan kaizen (perbaikan yang terus menerus).
5.       Memiliki Komitmen Terhadap Pekerjaan
Menurut Sony Sugema terdapat tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses yaitu : Mimpi, Kerja keras, dan Ilmu.
6.       Memiliki Tanggung Jawab
Komitmen sangat diperlakukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggung jawab.
7.       Memiliki Kemandirian atau Ketidaktergantungan Terhadap Orang Lain
Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri.
8.       Memiliki Keberanian Menghadapi Resiko
Berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awaldalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap resiko yang akan diambil. Resiko yang diperitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Wirausaha harus bias belajar mengelola resiko dengan cara mentransfer atau berbagi resiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan lain sebagainya.
9.       Selalu Mencari Peluang
Seorang wirausaha sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu waktu.
10.   Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan dan semangat untuk mengembangkan orang-orang disekelilingnya, seorang pemimpin lebih baik tidak diukur dari berapa banyak pengikut atau pegawainya, tetapi kualitas orang-orang yang mengikutinya serta berapa banyak pemimpin baru disekelilingnya.
11.   Memiliki Kemampuan Manajerial
Kemampuan manajerial seseorang dapat dilihat dati 3 kemampuan yaitu :
·   Kemampuan teknik
·   Kemampuan pribadi/personal
·   Kemampuan emosional
12.   Memiliki Kemampuan Personal
Seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai keterampilan personal contoh :
· Seorang pemilik toko roti dan kue harus memiliki kemampuan personal dalam membuat kue dengan berbagai macam resep.
· Seorang pemilik bengkel harus memiliki keterampilan mereparasi kendaraan bermotor.
· Seorang koreografer setidaknya harus menguasai beberapa tarian dari berbagai bidang yang berbeda.


sumber: http://iyhank.blogspot.com

Tentang Kewirausahaan (Bag. 1)


Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang menjadikan dasar, kiat,dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses, menurut Drucker(1959) kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Proses pengelolaan Sumber Daya dengan cara-cara baru dan berbeda  seperti :
1. Pengembangan teknologi.
2. Penemuan pengetahuan ilmiah.
3. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada.
4. Menemukan cara-cara baru untuk medapatkan produk yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.

Kreatifitas (creativity) adalah kemampuan mengembangakan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (thinking new things) sedangkan Inovasi (Inovation) adalah kemampuan menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (doing new things). Sesuatu yang baru dan berbeda dapat diciptakan melalui proses berfikir kretaif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah yang akn menjadi keunggulan dan keunggulan inilah yang akan menjadi daya saing, menurut  Zimmer (1996:51) sukses kewirausahaan akan tercapai apabila seseorang berfikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara yang baru.

Ciri-ciri wirausaha yang kreatif dan inovatif adalah :
1. Penuh percaya diri, optimis, berkomitmen, disiplin dan bertanggung jawab
2. Memiliki inisiatif, penuh energy, cdkatan dalam bertindak dan aktif
3. Memiliki motif berprestasi, berorientasi pada hasil dan wawasan ke depan.
4. Memiliki jiwa kepemimpinan, berani tampil beda dan dapat di percaya dan tangguh dalam bertindak
5. Berani mengambil resko dengan penuh perhitungan dan menyukai tantangan.

Proses kewirausahaan diawali dengan suatu aksioma yaitu adanya tantangan, dari tantangan tersebut muncul gagasan, kemauan, dan dorongan untuk berinisiatif yaitu, berfikir dn bertindak inovatif sehingga tantangan awala tadi teratasi dan terpecahkan.

Fungsi dan peran wirausaha dapat dilihat melalui 2(dua) pendekatan yaitu:
1.       Secara Mikro
Wirausaha memiliki dua peran yaitu sebagai penemu (innovator) dan sebagai perencana (planner), sebagai penemu wirausaha menemukan dan meniptakan sesuatu yang baru dan sebagai perencana wirausaha berperan merancang tindakan dan usaha baru, menencanakan strategi baru dll.

2.       Secara Makro
Peran wirausaha adalah menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu Negara.

Ide dapat menjadi peluang apabila wirausaha bersedia nelakukan evaluasi terhadap peluang secara terus menerus melalui proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda, dan seorang wirausaha tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan ada kemauan tapi tidak ada pengetahuan maka tidak akan membuat orang sukses dan juga sebaliknya. Ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha adalah :
1. Pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki/dirintis dan lingkungan usaha yang ada.
2. Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab.
3. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis

Sedangkan keterampilan yang harus dimiliki wirasusaha adalah :
1.  Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko.
2.       Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah.
3.       Keterampilan dalam memimpin dan mengelola.
4.       Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi.
5.       Keterampilan teknik usaha yang dilakukan.

Menurut  Michael Harris(2000:19) wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Dalam kewirausahaan modal tidak selalu identik dengan modal yang berwujud(tangible) seperti uang atau barang tetapi juga modal yang tidak berwujud (intangible) seperti:
1.       Modal intelektual.
2.       Modal sosial dan moral.
3.       Modal mental yang dilandasi agama.

Secara garis besar modal kewirausahaan dapat di bagi menjadi 4(empat) jenis yaitu :
1.       Modal intelektual.
Modal intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang di sertai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, komitmen, dan tanggung jawab sebagai modal tambahan dan ide merupakan modal utama yang akan membentuk modal lainya. Kompetensi inti (core competency) adalah kreatifitas dan inovasi dalam rangka menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan dengan berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keunikan  (seperti citra).
2.       Modal sosial dan moral.
Seorang wirausaha yang baik biasanya memiliki etika wirausaha seperti :
Ø Kejujuran
Ø Memiliki integritas
Ø Menepati janji
Ø Kesetiaan
Ø Kewajaran
Ø Suka membantu orang lain
Ø Menghormati orang lain
Ø Warga Negara yang baik dan taat hukum
Ø Mengejar keunggulan dan
Ø Bertanggung jawab
3.       Modal mental yang dilandasi agama.
Modal mental adalah kesiapan berdasarkan landasan agama, diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi resiko dan tantangan.
4.       Modal Material.
Modal dalam bentuk uang atau barang, modal ini terbentuk apabila seseorang memiliki jenis-jenis modal di atas.


sumber: http://iyhank.blogspot.com

Selasa, 04 Oktober 2011

Sejarah Kewirausahaan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.*s
Pada sumber yg lain, ditemukan bahwa sejarah kewirausahaan dibagi dalam beberapa periode yaitu:

Periode awal

Sejarah kewirausahaan dimulai dari periode awal yang dimotori olehMarcopolo. Dalam masanya, terdapat dua pihak yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mereka mengambil keuntungan yang sangat banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang antara lain dengan mengelilingi lautan.


Abad pertengahan

Kewirausahaan berkembang di periode pertengahan. Pada masa iniwirausahawan dilekatkan pada aktor dan seorang yang mengatur proyek besar. Mereka tidak lagi berhadapan dengan resiko namun mereka menggunakan sumber daya yang diberikan, (biasanya diberikan oleh pemerintah). Tipe wirausahaawan yang menonjol antara lain orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.


Abad 17
Pada abad ke-17, seorang ekonom “Richard Cantillon”, menegaskan bahwa seorang wirausahawan adalah seorang pengambil resiko, dengan melihat perilaku mereka yakni membeli pada harga yang tetap namun menjual dengan harga yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menghadapi resiko.

Abad 18
Pada abad ke-18, seorang wirausahawan tidak dilekatkan pada pemilikmodal, tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Wirausahawan akan membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa itu dibedakan antara pemilik modal dan wirausahawan sebagai seorang penemu.

Abad 19 dan 20
Pada abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkanpertambahan nilai personal. Pada abad 20, inovasi melekat erat pada wirausahawan. **S

Pengertian Kewirausahaan

Pada postingan pertama ini akan dijelaskan mengenai definisi kewirausahaan dan pengenalan singkat mengenai materi ini.
Kewirausahaan (dalam bahasa Inggris: Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Secara etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usahaWira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu.Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.*S

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon (1755) dan dipopulerkan oleh J.B. Say (1803) untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi. Menurut Joseph C. Shumpeter (pakar ekonomi modern) bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Sedangkan wiraswasta berarti orang yang memiliki sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkan untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat dan lingkungannya. Kreatif bila ia mampu menciptakan sesuatu yang baru atau mengadakan sesuatu yang belum ada. Inovatif bila ciptaannya itu memiliki cirri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh ciptaan orang lain.



Menurut McClelland, dkk, wirausaha dalah orang-orang yang memiliki dorongan berprestasi yang sangat kuat. Hal ini dapat dilihat pada:1. Kebutuhan berprestasi2. Rasa tanggung jawab yang tinggi3. Memiliki resiko yang moderat4. Adanya persepsi terhadap keyakinan untuk sukses5. Menerapkan umpan balik sebagai dorongan6. Energik7. Orientasi masa depan8. Keahlian dalam organisasi9. Orientasi uang sebagai simbol keberhasilan **S